Kesenian Ukiran diToraja

14239882041813918563.jpg
Setahu penulis ada 67 jenisukiran Toraja. Setiap ukiran ini mempunyai makna tersendiri. Penulis memilih 10 ukiran yang menurutnya sarat akan makna yaitu
1.Ukiran Pa’tedong
1423988278444645504.png
Dari 67 jenis ukiran Toraja, ukiran inilah yang paling sering digunakan. Ukiran ini biasa terlihat di dinding kantor pemerintahan,digunakan sebagai hiasan dlm buku panduan MP3EI, bungkus kopi bubuk, pernah juga terlihat sebagai hiasan dinding di beberapa sinetron,(mungkin ada krunya orang Toraja).Namun, tahukan Anda apa makna filosofi yang terkandung pada ukiran ini. Pa’ tedong berasal dari kata Tedong yang dalam bahasa Toraja berarti kerbau. Ukiran ini menyerupai bagian muka seekor kerbau. Di Toraja, kerbau adalah binatang peliharaan yang utama dan sangat disayangi.Bagi masyarakat Toraja, kerbau punya fungsi ganda yaitu sebagai emas kawin, sebagai hewan pengolah sawah, alat transaksi dalam jual beli masyarakat Toraja, sebagai korban persembahan kepada dewa atau leluhur dan lain-lain. Makna filosofi dari ukiran ini yaitu: 1.Lambang kesejahteraan bagi masyarakat Toraja 2.Lambang kemakmuran dan lambang kehidupan orang Toraja dimana rumpun keluarga diharapkan dapat menternakkan kerbau.
2.Ukiran Pa’kapu’ Baka
1423988423356052589
Pa’kapu Baka artinya ukiran yang menyerupaisimpulan-simpulan penutup bakul dimana bakul sering digunakan orang Toraja sebagai tempat menyimpan harta benda. Makna filosofi dari ukiran ini yaitu sebagai tanda harapan agar keluarga senantiasa hidup rukun, damai sejahtera, bersatu padu bagaikan harta benda yang tersimpan dengan aman dalam sebuah bakul.
3.Ukiran Pa’salaqbi’ Dibungai
1423988573721332879.jpg
Salaqbi’ bisa berarti pagar atau penghalang.Ukiran ini bermakna bahwamenurut kepercayaan orang Toraja, salaqbi’ adalah benda untuk melindungi keluarga dari hal –hal negatif seperti niat jahat seseorang ataukah penyakit . Diharapkan agar manusia bisa menjaga diriatau mencari pengetahuan untuk bisa mempertahankan diri dalam mengaruhi kehidupan yang begitu banyak cobaan.
4.Ukiran Pa’dadu
14240072051547088004.jpg
Dahulu kala, permainan Dadu adalah sejenis judi yang digemari oleh hampir sebagian masyarakat. Adapun makna dari ukiran ini yaitu sebagai peringatan kepada anak cucu agar jangan bermain dadu atau judi karena permainan ini sangat berbahaya.
5.Ukiran Pa’lamban Lalan
1423989269538815084
Ukiran ini terdiri dari dua suku kata yaitu Lamban yang artinya menyeberangi dan Lalan yang berarti jalanan. Makna yang terkandung dalam ukiran ini yaitu sebagai nasehat agar kita jangan mencampuri perkara atau urusan orang lain bila kita tak diharapkan untuk membelanya ataukah masalah tersebut tak ada sangkut pautnya dengan kita sendiri.
6. Ukiran Pa’ara’ Dena’ I
1423989763994965713

Ukiran ini menyerupai bulu dada pada burung pipit. Dalam mitos orang Toraja, burung Pipit dianggap sebagai hewan yang tidak jujur dan sebagai hewan perusak tanaman padi. Makna ukiran ini yaitu supaya manusia menempuh kehidupan dengan sikap dan pendirian yang jujur.
7. Ukiran Pa’kangkung
14239913541436340536

Ukiran ini menyerupai pucuk daun kangkung. Makna filosofinya yaitu agar manusia membaktikan dirinya tidak hanya bagi diri sendiri tetapi buat orang-orang di sekitarnya. Diharapkan pula agar keluarga sehat dan murah rejeki seperti sayur kangkung yang tumbuh subur.
8. Ukiran Pa’barana’ I
14239904131444101491
Ukiran ini berasal dari kata Baranaq yang artinya pohon beringin. Makna ukirannya yaitu agar keturunan dapat memperoleh rejeki dan berkembang seperti halnya pohon beringi yang selalu tumbuh dengan lebatnya dan juga diharapkan nantinya muncul keturunan yang bisa menjadi pemimpin dan melindungi rakyat umum.
9. Ukiran Ne’ Limbongan
1423990573289873363
Limbongan berarti sumber mata air yang tidak pernah kering yang dapat memberi penghidupan segar kepada alam dan manusia. Ukirannya melambangkan bahwa orang Toraja bertekad memperoleh rezeki dari empat penjuru mata angin bagaikan mata air yang bersatu dalam danau dan memberi kebahagiaan bagi anak cucu kelak.
10. Ukiran Pa’tanduk Re’pe
1423990752847013788
Ukiran ini menyerupai tanduk kerbau. Ukiran ini ditempatkan di segala sisi rumah adat Toraja sebagai kenang-kenangan kepada kerbau dimana kerbau dipandang sebagai simbol status sosial dalam masyarakat. Ukiran ini berarti sebagai tanda perjuangan hidup agar dapat menemukan ketentraman dalam hasil jerih payah dan juga dalam menemukan harta yang berharga seperti nilaikerbau bagi masyarakat Toraja.

Sumber: http://www.kompasiana.com/heriyanto_rantelino/mengenal-ragam-10-ukiran-toraja-dan-makna-filosofinya_54f350857455139e2b6c70a4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s